Menunggu sesaat..

Budidaya Jamur Tiram Putih dan Jamur Kuping

Budidaya Jamur Tiram Putih dan Jamur Kuping. Budidaya jamur tiram dan jamur kuping itu sangat mudah ternyata, selain jamur tersebut masih banyak lagi yang namanya jamur seperti jamur yang bisa buat kesehatan kemudian bisa dimasak ada juga yang beracun tetapi ada juga jamur yang sangat menghasilkan jika kita budidayakan. Nah disini dibahas tentang budidaya jamur tiram putih dan cara budidaya jamur kuping.

Cara Budidaya Jamur Tiram dan Jamur Kuping.

Jamur tiram putih
Gambar : Jamur tiram putih
Akan dibahas disini yaitu yang pertama adalah cara budidaya jamur tiram putih dan yang kedua adalah cara budidaya jamur kuping. Nah terdapat tahapan-tahapan dalam berbudidaya jamur ini.

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih

Yang paling penting adalah mencari bibit jamur yang berkualitas agar kedepannya bisa mendapatkan panen yang baik dan sangat optimal. Cara untuk budidaya jamur tiram putih sangat gampang sebenarnya ada tahapan-tahapan yang perludilakukan yaitu yang pertama adalah pembuatan media tanam dan bibit ke dalam media tanam tersebut maksudnya disini adalah sehingga bisa ditumbuhi miselium yang berwarna putih bisa menjadi bahan buah jadi intinya untuk para pemula adalah bagaimana cara menumbuhkan baglog menjadi daging buah, nah cara ini gampang kan mari simak berikutnya.

Apa yang harus disiapkan dalam budidaya jamur tiram putih?
Pertama anda harus menyiapkan kumbung, yap kumbung atau disebut juga rumah jamur jadi bisa untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Cara merawat baglogpun tidak sudah mulai dari anda memanjakannya namanya juga cari untung yaitu dengan membersihkannya  dan merawat supaya tempat selalu terjaga. Ingat baglog yang disusun horizontal akan lebih aman dari siraman air. Jika sudah semua nantinya akan menuju proses panen, biasanya memakan 1 sampai 2 minggu sejak pembukaan baglok dan tumbuh sehingga bisa dipanen kemudian dilanjutkan biasanya antara 4-9 kali panen bila perawatannya baik dan hasilnya akan maksimal. 

Cara Budidaya Jamur Kuping

Cara Budidaya Jamur Kuping
Cara Budidaya Jamur Kuping
Sebenarnya cara budidaya untuk jamur kuping hampir sama dengan jamur tiram putih hanya beda disini yang pertama adalah bibitnya. Jadi pilihlah bibit yang unggul atau bibit jamur kuping yang baik sehingga akan menjadi banyak hasilnya, kemudian siapkan juga baglog  dan terus rawat hingga kemudian bibit yang berkembang menjadi tumbuh besar. Jangan lupa untuk melakukan penyemprotan terhadap baglog tersebut agar pertumbuhan jamur kuping secara teratur lebih baik. 

Yang paling fatal dalam budidaya jamur kuping ini adalah teknik dari pembibitan dan penyiraman atau dalam masa perawatannya. Penyiraman pertama dilakukan hingga tubuh buah jamur kuping tampak basah dan meneteskan air dan untuk penyiraman kedua dan seterusnya dilakukan sesuai dengan kondisi suhu dan kelembaban udara. Jika suhu kelembaban terlalu kering atau sangat terlalu rendah atau dalam haljuga terlalu padas maka lakukanlah penyiraman 3-4 kali sehari.Jika kondisi udara sangat tenang atau tidak ada angin, sirkulasi udara dalam kumbung terhambat, dan tidak ada hujan, maka tindakan yang harus dilakukan untuk menjaga lingkungan dalam kumbung agar tetap sesuai dengan syarat tumbuh jamur adalah dengan membuka lubang ventilasi khusu pada lapisan dinding bagian bawah.


Jadi kesimpulan yang didapat dari cara budidaya jamur diatas ialah yang paling penting adalah proses pemilihan bibit, yang kedua adalah cara perawatan dan penyiraman dan juga tempat tentunya dalam penampungan. sebenarnya hanya itu saja maka jika sesuai dengan takaran panen jamur lebatpun akan datang, bisa anda untuk jual atau dicoba sendiri sebagai resep jamur tiram atau juga bisa dijual kepada konsumen di pasaran.
Mari bagikan artikel bermanfaat ini :
Title: Budidaya Jamur Tiram Putih dan Jamur Kuping
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author : Fendi Lukman
Link Title : Budidaya Jamur Tiram Putih dan Jamur Kuping

Pada tulisan Budidaya Jamur Tiram Putih dan Jamur Kuping , Anda harus menyetujui bahwa terdapat hak cipta dalam tulisan ini, yang tidak bisa di tulis kembali, jadi tolong hargai karya para ahli dalam membuatnya. Sepenuhnya sumber ini dikutip dari beberapa media di internet. Jika anda ingin menyebarluaskan boleh, asal tidak di copas ulang kedalam ( website/blog ), cukup hanya data berupa print-out saja atau pdf dengan menyertakan sumbernya.

Nih, ada yang menarik lainnya:

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *