Menunggu sesaat..

Prioritaskan Cantik dari pada Sehat

Perempuan Prioritaskan Cantik dari pada Sehat. Bagi Anda perempuan, coba hitung total biaya yang telah dikeluarkan untuk mempercantik penampilan lalu bandingkan dengan total biaya kesehatan Anda. Mungkin hasilnya lebih besar biaya untuk penampilan.

Namun, faktanya memang seorang perempuan rata-rata menghabiskan lebih banyak uang untuk membeli kosmetik daripada membayar keanggotaan gym atau membeli vitamin. Menurut statistik, secara rata-rata pula seorang prempuan akan menghabiskan sekitar US$540 untuk membeli kosmetik, perwatan kulit dan rambut dalam setahun. Sementara itu, untuk biaya kesehatan hanya mencapai US$360.

Perempuan Prioritaskan Cantik daripada Sehat
Hasil statistik berasal dari studi terhadap 3.000 perempuan berusia antara 18 dan 65. mereka ditanya perihal sikap ketika dihadapkan untuk memilih antara kesan atau kesehatan. Hampir 19 persennya mengaku melakukan diet dan satu dari 20 orang menggunakan obat pencahar supaya mereka bisa mengenakan busana ketat.

Yang memprihatinkan, 3 persennya mengaku merokok untuk menurunkan berat badan dan 14 persen meminum pil diet. Empat persen mengatakan mereka menderita gangguan makan, semua itu agar mereka bisa tampil memukau pada jamuan makan malam.

Seperti dikutip dari ToI, Rabu (13/4), seorang juru bicara Benenden Healthcare Society, penyelenggara survei ini, mengatakan, "Ini kenyataan bahwa perempuan Inggris terlalu berfokus pada penampilan sehingga lupa untuk memelihara kesehatan batin mereka."(Pri/OL-06)

Sumber Artikel :
Penulis : Prita Daneswari | Media Indonesia
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2011/04/15/3962/2/Perempuan-Prioritaskan-Cantik-daripada-Sehat
Mari bagikan artikel bermanfaat ini :
Title: Prioritaskan Cantik dari pada Sehat
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author : Warung Seo 168
Link Title : Prioritaskan Cantik dari pada Sehat

Pada tulisan Prioritaskan Cantik dari pada Sehat , Anda harus menyetujui bahwa terdapat hak cipta dalam tulisan ini, yang tidak bisa di tulis kembali, jadi tolong hargai karya para ahli dalam membuatnya. Sepenuhnya sumber ini dikutip dari beberapa media di internet. Jika anda ingin menyebarluaskan boleh, asal tidak di copas ulang kedalam ( website/blog ), cukup hanya data berupa print-out saja atau pdf dengan menyertakan sumbernya.

Nih, ada yang menarik lainnya:

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *